Posted by: Puspita on: Agustus 27, 2010
Untuk warga Semarang khususnya semua civitas akademi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang tentunya tau Dr.Ir.Edi Noersasongko, M.Kom . Ya beliau adalah rektor UDINUS, Universitas tempat belajarku Sekarang. Sama sekali tak ada rasa kecewa atau malu dibenaku dapat menimba ilmu disini karena Udinus memiliki orang-orang hebat yang selalu bisa menjadikan inspirasi untuku. Salah satunya rektorku tercinta
Ku ingat saat aku mengikuti acara motivasinya pak Bambang Nugroho dari Toha Putra, beliau bertanya kepada para peserta siapa tokoh-tokoh inspiratif yang luar biasa menurut kalian? banyak teman-teman yang menjawab Bill Gates, Ir.Soekarno, Sosro Joyo,dll.. dan aku sendiri tanpa ragu ku menjawab sesorang sosok yang jelas-jelas sudah kukenal yaitu pak Edi Noersasongko. Kemudian pak Bambang tersenyum kepadaku dan beliau juga mengatakan “Pak edi memang orang yang hebat, beliau pantas menjadi inpirasi untuk kita. Dulu saya juga pernah mengiriminya surat pada beliau yang isinya (“Pak edi, anda orang hebat, saya kagum dengan anda…….”)”. Waw Seorang motivator hebat seperti pak Bambang juga ternyata mengagumi rektorku?
..
Sebenarnya sudah lama kumendengar bahwa semua bisnis yang telah belau bangun (termasuk membangun Universitasku) adalah dimulai dari nol dan beliau dulu pernah menjadi seorang penjaga toko. Tapi beberapa hari lalu kutemukan buku It’s My Way yang berisi tentang perjalanan hidup seorang Edi Noersasongko di camp paduan suara universitasku.Akupun penasaran dengan isinya dan segera kuminta ijin pada ketua Paduan Suaraku untuk membawa pulang buku tersebut karna akan kubaca di kos. Rasanya tak ingin beranjak dari tempat kubaca buku tersebut sampai aku selesai membacanya, bahkan sampai ada beberapa halaman yang kuulang saat kubaca.Beliau memang tokoh yang hebat bayangkan saja, seorang yang dulunya penjaga toko bisa menjadi Rektor dari Universitas yang ia bangun dari jeripayahnya sendiri serta beliau sekarang sudah mempunya berbagai usaha yang tentunya hasilnya juga membanggakan. Dari buku tersebut, beberapa hal yang patut kupetik sebagai pelajaran bagiku adalah :
1. Seorang wirausaha harus berani keluar dari zona nyamannya. Ya, dulu beliau pernah menjadi seorang direktur juga di LPKIA Jakarta. Tapi beliau berani melepasnya untuk sebuah usaha yang beliau yakini pasti berhasil.
2.Menjadi Seorang yang selalu berusaha, tidak pesimis dan pantang menyerah.
3. Berani . Beliau berani mengambil kredit yang sangat besar untuk memperbesar usahanya (tentunya dengan perhitungan yg matang tentang keberhasilan yang dicapai).
4. Pandai merancang strategi pemasaran. Banyak sekali strategi pemasaran yang kudapat dari buku tersebut.
5.Tentunya satu hal yang tak terlupakan adalah beliau selalu ingat pada Allah dan selalu menyayangi keluarganya. Kuingat betul perkataan beliau saat beliau menjadi pembicara seminar Enterpreneurship “Jikalau kita sudah hampir menyerah,maka lihatlah wajah keluargamu saat mereka tidur. Saya sering melihat wajah istri dan anak saya saat mereka tidur, dengan itu aku selalu ingat bahwa aku harus membahagiakan mereka” Subhanallah.. sungguh besar kekuatan sebuah keluarga.
Dibalik sosok yang hebat pasti ada seorang istri hebat pula yang selalu mendampingi beliau dengan setia dan senantiasa memberinya semangat. Seorang istri Tersebut bernama Tri Rustanti Noersasongko, S.E, M.M . Beliau sekarang menjabat sebagai ketua Yayasan Universitas Dian Nuswantoro. Sungguh nyamannya bekerja juga bisa bareng suami. Saling membantu dan menguatkan. Doaku semoga kelak aku bisa menjadi orang hebat juga seperti pak Edi dan bisa menjadi istri yang hebat pula seperti bu Edi. Amin.
canggih-canggih,, lebih bagus menjadikan orang yang dikenal menjadi tokoh inspiratif,,,
@arif: Semoga bisa jd inspirasi..
@johan: bener banget coz kita melihat apa yg tokoh itu lakukan
mencari figur yang bisa dijadikan inspirasi dan bahkan panutan bisa dari mana saja. terus berkarya, mb puspita. salam kenal yach
Agustus 28, 2010 pada 3:04 am
menirua ah kayak mereka..
hahahaha