Blog'y Puspita

Tiba-tiba dapat Rank

Posted by: Puspita on: Agustus 29, 2010

Beberapa bulan lalu saat aku masih belajar ngeblog and belajar gak males buat nulis, kucoba cek PageRank blog pinky diaryQ ini.Awalanya sih karena penasaran liat beberapa situs atau blog yang dipasang gambar pageRank masing-masing di blog mereka, kemudian kucoba iseng-iseng ngecek pageRank blog ini tapi ternyata hasilnya mengecewakan karena RankNya masih 0. ya sudahlah gpp, kupikir mungkin karena aku waktu itu masih belajar jadi wajar saja kalo PageRanknya masih segitu.

Malam ini kucoba cek lagi, untuk membuktikan apakah pembelajaranku diblog mengalami peningkatan? Lalu kucoba membuka situs http://www.prchecker.info untuk mengetahui PageRank situsku, sebenernya aku dah coba cek di Alexa tapi sayangnya alexa hanya mau cek domain dari http://blog.beswandjarum.com. Setelah kubuka prchecker ternyata hasilnya sudah “(the page rank value is 1 from 10 possible points)”Hmm..berarti pembelajaranku meningkat :) . Trimakasih buat temen2ku sesama blogger yang senantiasa menjadi penyemangat untuku selalu belajar.

Mengukur Seberapa Populer Kita di Twitter

Posted by: Puspita on: Agustus 28, 2010

Sebagai orang yang melek dunia Internet, tentunya kalian dah tau dong tentang situs jejaring sosial yang 1 ini. Yups.. Twitter adalah salah satu situs jejaring sosial yang gak kalah populernya dengan facebook, hanya saja karena facebook masuk duluan jadi mungkin masih banyak orang awam yang hanya menggunakan facebook untuk jejaring sosialnya. Padahal, untuk beberapa negara besar di dunia lebih banyak pengguna Internet yang menggunakan Twitter sebagai situs jejaring sosialnya.

Untuk aku sendiri sebenernya punya account Twitter dah sangat lama, tapi karna kesibukan dan lebih banyak teman yg menggunakan Facebook akhirnya account Twitterku jarang kuurus. Akhir-akhir ini, seiring berjalannya waktu semakin banyak pula temanku yang menggunakan Twitter, gak tau kenapa sindrom tersebut nular juga di pikiran Pinky Girl yang satu ini and lama2 juga keasyikan main Twiter. Hal ini dipengaruhi juga oleh beberapa temen di Twitterku. @febrinagrace,@gemaputri,@hamtamaa,@ganyonk,@adithadith,@ilovenowe,@dikibulin45,@internetsehat dll..
Nah,buat teman-teman pecinta Twitter bisa pake situs ini http://tweetlevel.edelman.com/ untuk mengetahui seberapa populer kamu di twitter. Untuk di Indonesia, sekarang ini @radityadika menempati posisi teratas. Namun, posisi tersebut tentunya dapat berubah :)

Silahkan dicoba..

Inspirational Figure

Posted by: Puspita on: Agustus 27, 2010

pak-edi and Bu Edi Untuk warga Semarang khususnya semua civitas akademi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang tentunya tau Dr.Ir.Edi Noersasongko, M.Kom . Ya beliau adalah rektor UDINUS, Universitas tempat belajarku Sekarang. Sama sekali tak ada rasa kecewa atau malu dibenaku dapat menimba ilmu disini karena Udinus memiliki orang-orang hebat yang selalu bisa menjadikan inspirasi untuku. Salah satunya rektorku tercinta :)

Ku ingat saat aku mengikuti acara motivasinya pak Bambang Nugroho dari Toha Putra, beliau bertanya kepada para peserta siapa tokoh-tokoh inspiratif yang luar biasa menurut kalian? banyak teman-teman yang menjawab Bill Gates, Ir.Soekarno, Sosro Joyo,dll.. dan aku sendiri tanpa ragu ku menjawab sesorang sosok yang jelas-jelas sudah kukenal yaitu pak Edi Noersasongko. Kemudian pak Bambang tersenyum kepadaku dan beliau juga mengatakan “Pak edi memang orang yang hebat, beliau pantas menjadi inpirasi untuk kita. Dulu saya juga pernah mengiriminya surat pada beliau yang isinya (“Pak edi, anda orang hebat, saya kagum dengan anda…….”)”.  Waw Seorang motivator hebat seperti pak Bambang juga ternyata mengagumi rektorku? :) ..

Sebenarnya sudah lama kumendengar bahwa semua bisnis yang telah belau bangun (termasuk membangun Universitasku) adalah dimulai dari nol dan beliau dulu pernah menjadi seorang penjaga toko. Tapi beberapa hari lalu kutemukan buku It’s My Way yang berisi tentang perjalanan hidup seorang Edi Noersasongko di camp paduan suara universitasku.Akupun penasaran dengan isinya dan segera kuminta ijin pada ketua Paduan Suaraku untuk membawa pulang buku tersebut karna akan kubaca di kos. Rasanya tak ingin beranjak dari tempat kubaca buku tersebut sampai aku selesai membacanya, bahkan sampai ada beberapa halaman yang kuulang saat kubaca.Beliau memang tokoh yang hebat bayangkan saja, seorang yang dulunya penjaga toko bisa menjadi Rektor dari Universitas yang ia bangun dari jeripayahnya sendiri serta beliau sekarang sudah mempunya berbagai usaha yang tentunya hasilnya juga membanggakan. Dari buku tersebut, beberapa hal yang patut kupetik sebagai pelajaran bagiku adalah :

1. Seorang wirausaha harus berani keluar dari zona nyamannya. Ya, dulu beliau pernah menjadi seorang direktur juga di LPKIA Jakarta. Tapi beliau berani melepasnya untuk sebuah usaha yang beliau yakini pasti berhasil.

2.Menjadi Seorang yang selalu berusaha, tidak pesimis dan pantang menyerah.

3. Berani . Beliau berani mengambil kredit yang sangat besar untuk memperbesar usahanya (tentunya dengan perhitungan yg matang tentang keberhasilan yang dicapai).

4. Pandai merancang strategi pemasaran. Banyak sekali strategi pemasaran yang kudapat dari buku tersebut.

5.Tentunya satu hal yang tak terlupakan adalah beliau selalu ingat pada Allah dan selalu menyayangi keluarganya. Kuingat betul perkataan beliau saat beliau menjadi pembicara seminar Enterpreneurship “Jikalau kita sudah hampir menyerah,maka lihatlah wajah keluargamu saat mereka tidur. Saya sering melihat wajah istri dan anak saya saat mereka tidur, dengan itu aku selalu ingat bahwa aku harus membahagiakan mereka” Subhanallah.. sungguh besar kekuatan sebuah keluarga.

Dibalik sosok yang hebat pasti ada seorang istri hebat pula yang selalu mendampingi beliau dengan setia dan senantiasa memberinya semangat. Seorang istri Tersebut bernama Tri Rustanti Noersasongko, S.E, M.M . Beliau sekarang menjabat sebagai ketua Yayasan Universitas Dian Nuswantoro. Sungguh nyamannya bekerja juga bisa bareng suami. Saling membantu dan menguatkan. Doaku semoga kelak aku bisa menjadi orang hebat juga seperti pak Edi dan bisa menjadi istri yang hebat pula seperti bu Edi. Amin.

Kebingungan dimana-mana

Posted by: Puspita on: Agustus 26, 2010

Liburan Semester ini niatnya pengen banget kursus bahasa Inggris, maklum bahasa Inggrisku masih jauh dari standar. Jadi Malu :) tapi apa boleh dikata liburan kali ini ternyata tak ada waktu kosong.

Diawal liburan aku harus mempersiapkan Piknik kelas Les Beswan Djarum Semarang yang waktu itu rencananya diadakan di Banaran, belum lagi ditambah persiapan E-gamelanku untuk penampilan di Enchanting Indonesia di Singapore. Ternyata pulang dari Singapore masih banyak kegiatan menanti yaitu Persiapan Panitia untuk RTC Djarum Semarang dan Festival Kebudayaan di IKIP PGRI. Tapi Senang juga karana semua kegiatan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Dan karena Kegiatan tersebut juga semester ini dapat beasiswa dari kampus. Alhamdulillah, Hilang satu tumbuh seribu. Sekarang dah jadi alumni Beswan tp dapat juga Beasiswa prestasi dari kampus :) ya walaupun gak sebesar beasiswa dari Djarum tapi Semoga aku tetap bisa menjadi orang yang bersyukur.

Sebenernya sempet dimarahin ortu karena KP (Kerja Praktek)ku gak di urus and mentingin kegiatan dimana-mana “Pokoknya Kuliah harus di nomor 1 kan” begitu kata ibuku. Akupun mengiyakan saja apa kata orang tua. Alhamdulillah dalam waktu 1 minggu dah langsung dapet tempat kerja Praktek di Suara Merdeka Cybernews (berkat bantuan doi tercinta juga sih .hehe..). So.. selama bulan Agustus ini aku hanya kerja praktek and sedikit ngurusin Proposal PKM penelitian di kampus coz sayang banget kalo sampe gak ikut PKMP padahal dah ada dosen yang nawarin and bersedia bantuin.

Waktu mengisi KRS semester ini aku memutuskan untuk mengambil kelas malam dengan tujuan pengen kerja dipagi hari (Sindrom Alumni Beswan Djarum mulai melanda). Sebenernya alasan saya pengen kerja bukan cm karena udah jadi alumni beswan aja sih tapi pastinya pengen cari pengalaman jadi setelah lulus dah ada tittle pengalaman :) . Tapi tiba-tiba aku teringat kursus bahasa Inggrisku lagi. Aku berfikir sepertinya itu adalah hal yang penting jadi aku harus segera melaksanakan. Akhirnya kuputuskan untuk tidak kerja sebelum kursusku selesai dan aku telah menyusun rencana untuk kursus bareng teman KPku. Belum lagi sepertinya aku akan disibukan dengan proposal PKMP bulan oktober nanti.

Beberapa hari yang lalu kutemui dosen pembimbingku untuk konsultasi proposal PKMP. Dan tiba-tiba beliau menawariku sebuah pekerjaan di Sebuah Sekolah Tinggi Swasta di Semarang, beliau bilang akan merekomendasikanku jika aku mau. Wah ini kesempatan agak langka karna direkomendasikan dosenku. Jadi mulai bingung lagi deh.. mana kegiatan yang harus kulakukan dulu setelah KP selesai? Kuliah+Kerja atau Kuliah+kursus B.Ing+kegiatan UKM? Semuanya kuinginkan, Semuanya bermanfaat. Seandainya aku bisa mempunyai waktu lebih untuk semuanya: Kuliah+Kerja+Kursus and tetep eksis di UKMku tercinta. Help me.. apa pendapat teman2?

Bangga Akan Indonesia (Enchanting Indonesia 2010 Singapore)

Posted by: Puspita on: Agustus 20, 2010

Sebenernya agak telat juga ngepost ni tulisan.hehe.. Akhir Juni lalu tiba2 dapat telp dari rektorat untuk segera mengurus pasport, karna kebetulan kampusku Udinus mendapat undangan untuk megisi acara di Enchanting Indonesia di Singapore tangal 3-4 Juli 2010 tepatnya di Takashimaya Orchad road.

“Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan publik setempat akan kekayaan seni dan budaya Indonesia sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang sangat menarik di Asia,” ungkap oleh Lanang Seputro, First Secretary KBRI Singapura di Hotel Grand Candi Semarang, kemarin. (Suara Merdeka)

Sungguh senang rasanya aku bisa berpartisipasi dalam acara tersebut untuk menunjukan kebudayaan Indonesia di Luar Negeri.

Kebetulan rombongan kami dibagi dalam 2 hotel karena yang mendapat subsidi dari kedubes hanya 5 orang. Jadi diputuskan hotel yg disediakan oleh KBRI digunakan untuk mahasiswa dan dosen2ku menyewa hotel yang disediakan kampus. Sesampainya di hotel yang aku tempati kira tanggl 2 pukul 23.00 waktu setempat kami tak langsung beristirahat karana ada masalah yaitu nama kami belum terdaftar di list hotel. Untungnya kami mendapat seorang LO bernama Edward kebetulan dia adalah mahasiswa Singapore yang asli orang Semarang. Dengan sabar dia membantu kami agar bisa cepat beristirahat karna keesokan harinya kami harus perform.Bayangkan saja kami baru bisa masuk kamar hotel dan baru bisa beristirahat pukul 2 dini hari.

Hal yang membuat aku bangga akan Indonesia adalah:  Ternyata benar jikalau ada yg mengatakan bahwa Indonesia orangnya RAMAH-RAMAH.  Hal tersebut kubandingkan saat mendapat pelayanan receptionist dari Hotel tersebut dengan hotel-hotel yang ada di Indonesia. Entahlah mungkin receptionist tersebut sudah mulai ngantuk karna kerja malam atau mungkin memang seperti itu. Tapi memang perbedaanya sangat jauh dengan pelayanan para petugas hotel di Indonesia. (Apalagi hotel yg sering dikasih Djarum buat para beswan.hehe..)

Kemudian Hal kedua yang membuatku bangga adalah Keaneka ragaman Budayanya yang ternyata tebih beragam dari yang kubayangkan selama ini. Hatiku begitu trenyuh saat melihat begitu banyaknya kebudayaan Indonesia yang dipertunjukan disana. Ternyata banyak juga yg belum aku tau. Wah payah, bukanya tau saat di negara sendiri eh malah tau duluan saat di negara orang :) .hehe..

Tapi senang juga melihat ketertiban lalu Lintas and kebersihan jalan-jalan di Singapore. Semoga Indonesia segera meniru hal-hal positif yang dimiliki negara tersebut. Jadi kita akan semakin bangga dengan negara kita sendiri. I Love Indonesia

Aji Mumpung (kerugian atau manfaat??)

Posted by: Puspita on: Agustus 11, 2010

Sejak kecil sering sekali kudengar jawaban “mumpung masih………………….”. Semalam saat kudengar khotbah malam pertama Sholat tarawih di bulan Ramadhan ini tiba-tiba aku menyadari sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan kebiasaan yang ada di masyarakat. Awalnya imam masjid menjelaskan tentang kita harus selalu mengingat 5 perkara, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.

Kelima hal tersebut tentunya sangat bertolak belakang dengan pernyataan yang sering kita lontarkan, entah itu tanpa sengaja atau hanya sebagai guyonan belaka, terutama dikalangan remaja. Saat kita kaya sering sekali kita berfoya-foya menghambur-hamburkan uang tanpa adanya kebutuhan yang jelas karena menganggap “Mumpung masih kaya…” padahal bayangkan jika uang yang kita punya banyak digunakan untuk hal yang bermanfaat contahnya”bersedekah, menabung hari tua atau memulai sebuah usaha, tentunya banyak hal yang dapat kita peroleh dari semua itu, kalo kita miskin mana mungkin kita bisa melakukan semua itu dengan mudah. Kemudian ada lagi yang menghabiskan masa mudanya  untuk hal-hal yang tidak jelas, bersenang-senang belebihan, berfoya-foya dengan alasan “Mumpung Masih Muda”. Jika kita bisa berfikir realistis seharusnya Mumpung masih Muda kita bisa menggunakannya untuk mengejar cita-cita kita, berbakti pada orang Tua dan tentunya untuk beribadah. Karena jika sudah tua,  kesempatan-kesempatan emas tersebut tentunya sudah banyak yang berkurang. Bahkan sampai ada slogan “kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Sepertinya pernyataan tersebut perlu dikaji ulang. Jika dipikir secara logika juga sepertinya hampir tidak mungkin orang yang mudanya hanya foya-foya kemudian tuanya Kaya(kec. warian orang tua, itu aja lama-lama bisa habis) kemudian matinya masuk surga? hmm….

Semoga kita semua biasa berfikir lebih dalam tentang banyak pernyataan AJI MUMPUNG, tinggal pilih mana Aji Mumpung Menyesatkan atau Aji Mumpung Bermanfaat? Saya sebagai manusia tentunya juga punya banyak kesalahan dan sifat yang banyak dimiliki anak muda pada umumnya. Tapi tentunya akan sangat menggembirakan jika kita ingat kesalahan kita kemudian memperbaikinya.

Semoga Ramadhan kali ini dapat membawa berkah bagi kita Semua. Saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga puasa kita semua ditrima oleh Allah SWT. Amin.

CSS penolongku buat tampilan Web

Posted by: Puspita on: Agustus 4, 2010

Waktu aku pertama kali belajar pemrograman Web (masa SMA mode :o n). Sempat aku berfikir membuat tampilan web yang menarik namun tak perlu banyak modif disana sini, tak perlu buat frame atau tabel berulang-ulang. Apalagi kalo halaman dari web yang kita buat banyak.

Akhirnya kutemukan solusi saat aku pertama kali belajar web programing di universitas.. CSS adalah salah satu solusinya, ya mungkin memang sedikit terlamat blajar, tapi dari pada gak sama sekali kan parah.hehe.. Awalnya aq menggunakan CSS buatan dreamweaver, biasanya tools tersebut selalu membuat file css sendiri saat kita mengedit web, tapi lama-lama ribet juga kalo ngedit CSS yang bukan kita buat sendiri jadi lebih baik membuatnya sendiri untuk mendapatkan tampilkan seperti yang kita inginkan.

CSS(Cascading Style Sheet) adalah sebuah text file sederhana(berekstensi .css) ditulis menurut aturan bahasa yang dipaparkan pada rekomendasi CSS1 atau CSS2 {menurut komang wismakarma}. Contoh CSS sederhana.

# layout{

float : none;

Height: auto;

Width: 900px;

}

#header{

float : right;

background-color : #993300;

height: 200px;

width: 900 px;

}

#isi {

float: left;

heigth: auto;

width: 900px;

}

Tanda # menandakan sebuah id untuk memanggil perintah tersebut. Float, Width dan heigth merupakan properti dari page layout. Untuk float : right atau left barti kita ingin mengatur posisi pada sebelah kanan atau kiti website. Sedangkan untuk ukuran dari Width atau heigh dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita dengan beberapa ukuran panjang. Em (Em), Ex(Ex), pica (Pc), point (Pt), pixel (px), milimeter(mm), centimeter(cm), inch(In).Kita juga bisa mengatur ukuran dengan auto yang menandakan ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan konten yang ada didalamnya. Background-color digunakan untuk mengatur warna background yang diinginkan.

Sekarang setelah kita membuat file .css, buatlah halaman html yang akan menggunakan file yang telah kita buat. Ada baiknya kita memisahkan file css tersebut dengan halaman html tersebut, walaupun kita bisa memasang file css tersebut dalam 1 halaman.

Contoh penggunaan file style.css yang telah kita buat.

<html>

<tittle> Coba CSS </tittle>

<head>

<link href=”style.css” rel=”stylesheet” type=”texs/css” />

</head>

<body>

<div id=”layout”>

<div id=”header”>Isikan Konten header disini</div>

<div id=”isi”>Isikan konten isi disini</div>

</div>

</body>

</html>

Mungkin hanya sedikit pengetahuan yang bisa aku bagikan disini, tapi semoga bisa membantu teman-teman untuk belajar CSS yang masih dasar. Masih banyak kode CSS yang biasa digukan untuk membuat sebuah tampilan web yang gak bisa aku sebutin semua disini.Teman-teman bisa belajar CSS lebih lanjut di web http://w3.org/style/css

Salam Bloger, Salam Beswan :)

Pacarku direbut Orang di Lawang Sewu

Posted by: Puspita on: Juli 30, 2010

Hari senin tang 19 Juli, kira2 jam 8.30 malam kedua HPku berdering, ternyata ada Telp dari teman beswanku Puput, ternyata sudah banyak sms masuk dari puput dan arif yang belum aku baca. Malam itu puput ngabarin kalo Putri temen beswan dari kudus lagi main2 ke Semarang, Saat itu posisi mereka sedang ada di tugu Muda, puput ngajak aku untuk segera bergabung karna Putri katanya pengen banget masuk Lawang Sewu.

Awalnya aku mau kesana sendirian, tapi karna dah malem Bima Pandega alias My boyfriend kayaknya gak tega and akhirnya ikut nganterin aku ke lawang Sewu.

Kami mulai masuk Lawang Sewu sekitar pukul 9 malam. Saat dipintu gerbang kami ditawari orang yang katanya adalah guide di tempat itu. biayanya 10rb/org and tambahan biaya guide 25rb. Tadinya kami agak bingung memutuskan kami jadi masuk apa gak coz buat kami biaya itu sepertinya agak mahal untuk masuk hanya masuk ke sebuah gedung tua. Kami juga melihat ada 4 cewek ditawari oleh guide yang berbeda. Tiba2 mereka mendekati kami dan menawarkan untuk bareng jadi biaya guide lebih murah karna ditanggung orang banyak. Akhirnya kami menyetujuinya.

Di Awal pintu masuk pertama yang kita lalui ternyata memang suasana horor sudah terasa, tak heran ke-4 cewek yang ngajak bareng dengan kami langsung  ketakutan, Akupun mulai mengamati keadaan disekeliling ruang pertama. Tiba2 kudengar suara arif, puput dan putri dari belakangku yang memanggilku.. “pus..pus..pus..” teriakan mereka diiringi gerakan tangan mereka yang menunjuk ke arah depanku.Aku bingung dengan apa yang mereka maksud, “pus..lho..lho.. pus…” kudengar suara puput dan dibrengi suara arif “lho.. hey..mbak..mbak.. itu dah ada yang punya!! mbak.. dia dah ada yang punya…” Setelah itu aku baru -ngeh ternyata kuliat cowoku dah digandeng 2 orang cewek(dari 4 yg ikut gabung bareng kita). Kuliat mereka memang ketakutan jadi gerakan tangan mereka seolah minta perlindungan dan kepala yang meringkuk di tangan cowoku. Akupun tak mau kalah melihat cowoku tiba2 ditarik ccewek lain, aq juga ikut menariknya dari belakang. Alhasil kita tarik-tarikan (kayak mau main tarik tambang aja.ahaha..) semakin kutarik pegangan cewek itu malah semakin kencang. Karna aku malu kita tarik-tarikan jadi sebaiknya kulepas aja tangan cowoku. akupun geli sendiri melihat kejadian itu, alhasil dalam suasana gedung seram itu, aku malah cekikikan ketawa2 sendiri bareng teman2ku. :)

Setelah kami sampai di pintu keluar akhir, kulihat ke 4 cewek itu ngrasa malu and gak enak terhadap kami. habisnya hampir sepanjang jalan kami terus menerus membahasnya sih…

Ya seenggaknya pengalaman jalan2 malam di Lawang Sewu jadi gak menyeramkan..

Cinta Seorang Istri Sholihah..

Posted by: Puspita on: Juli 25, 2010

Cerita ini aq baca dari cacatan Facebook temanku http://www.facebook.com/profile.php?id=100000614720009&ref=ts#!/notes/tito-kkdc/cinta-seorang-istri-yang-shalihah/419810298138 semoga bisa menjadi teladan untuk para wanita

***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita…

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…

Pernikahan kami sederhana namun meriah…

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu…

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci…

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..

Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.

Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah.

Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami.

Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya..

Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

***

Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.

Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?

Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuakudan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, “Loe pikir aja sendiri!!!”. Telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang.

Aku hanya berdo’a semoga suamiku sadar akan prilakunya.

***

Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan.

Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah!” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”.

“Lusa kita siap-siap ke Sabang ya.” Jawabnya tegas.

“Ada apa? Mengapa?”, sahutku penuh dengan keheranan.

Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan banyak tanya!!”

Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi.

Dua tahun pacaran, lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang-barang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku..

***

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini..

Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda.

Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya.

Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.

“Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha”. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.

”Ada apa ya Nek?” sahutku dengan penuh tanya..

Nenek pun menjawab, “Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!“.

Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku?

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

“Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya”, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, “kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?“

MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau
kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab!.” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas.

”Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu bertanya kepada suamiku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?”

Suamiku menjawab, ”Dia Desi!”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, ”Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.”

Ayah mertuaku menjawab, “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

”Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok”, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku..

Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?

Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “sudah tidak cantikkah aku ini?“

Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, “terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.”

Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.

Dalam hatiku bertanya, “mengapa ia sangat cuek?” dan ia sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, “sudah malam, kita istirahat yuk!“

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur”, jawabku tenang.

Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.

Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.

***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku
save di mydocument yang bertitle “Aku Mencintaimu Suamiku.”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu..”, perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku menjawab “Lalu apa Bunda?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

“Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata, ”Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?”, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja.

Dia tersenyum sambil berkata, ”Kita liat saja nanti ya!”. Dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama”.

Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, “Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah.” Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, ”Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah”.

Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, ”bunda baik-baik saja kan?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Aku pun menjawab, “bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang“. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

***

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “Ayah jangan!!”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya… aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?

Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“Kamu datang ke sini, aku pun tahu”, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini..

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata, “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?”

”Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois.” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ”Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat “seperti itu” dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (“seperti itu”). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab, “Aku sudah ceritakan itu kan Yah. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.“

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga.

Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

***

Keesokan harinya…

Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit..

Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku..

Aku merasakan tanganku basah..

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, ”Bunda, Ayah minta maaf…”

Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?

Aku berkata dengan suara yang lirih, ”Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah..”

“Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya.”

***

Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku.

=====================================================

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku?

Aku dihina oleh mereka ayah.

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu?

Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku.

Aku sangat marah..

Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan
ibunya..

Aku tak mau sakit hati lagi.

Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku..

Engkau Maha Adil..

Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah..

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku..

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu..

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini..

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku..

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah..

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu.

Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui.

Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku.

Aku harus sadar diri.

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku?

Ayah.. aku masih tak rela.

Tapi aku harus ikhlas menerimanya.

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya.

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir.

Sebelum ajal ini menjemputku.

Ayah.. aku kangen ayah..

=====================================================

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda..

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini.

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah..

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku..

Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang.

Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?

Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

Ayah Sayang Bunda..

Follower Berhadiah dari Internet Sehat

Posted by: Puspita on: Juni 10, 2010

Temen-temen tentunya masih inget tentang postinganku tentang lomba blog yang diadakan Internet Sehat tiap tahun (buat yg pernah baca), sayangnya postinganku yang itu hilang saat maintenance blog beswan kemarin.

Sekarang Internet sehat lagi ngadain Follower berhadiah yang dinamai Twitter-ku Sehat, Internet-ku Selamat, iPad-ku Dapat! Menurut suber dari web Internet Sehat aku baca, program ini pertujuan untuk meminimalisir dampak negatif yang  tertinggal di Internet. buat temen2 yang rajin buka twitter/punya account twitter monggo ikutan program ini. caranya:

1. Follow @internetsehat di Twitter

2. Ketika kamu mendapatkan tweet sebagai berikut:

Wise While Online, Think B4 Posting with #internetsehat; Follow @internetsehat & RT to win iPad! http://bit.ly/go2ipad

Setelah itu langsung lakukan retweet Semakin banyak retweet maka akan semakin memperbesar kemungkinan untuk memenangkan sebuah iPad WiFi 16 GB baru!

Informasi lain:

  1. Karena twitter tidak membolehkan ada posting yang sama persis, maka setiap tweet di atas akan sedikit berbeda, tetapi akan tetap mengandung kalimat “Wise While Online, Think B4 Posting with #internetsehat“. Target untuk program  ini adalah sebanyak  10 ribu follower dan/atau hingga 31 Juli 2010 (dapat diperpanjang).
  2. ZOMBIE NOT ALLOWED ! Salah satu syarat mutlak follower yang bisa mendapatkan hadiah haruslah mereka yang memang aktif melakukan tweet (minimal 1 kali per hari, tidak boleh menggunakan feed otomatis), telah menggunakan twitter minimal 1 bulan, memiliki follower yang cukup (minimal 50 follower) dan posting terakhir maksimal 1 minggu terakhir. Ini untuk menghindari dibuatnya akun-akun twitter baru tetapi zombie (alias tidak diurus), hanya untuk kepentingan ikut kompetisi saja.
  3. Pemenang HANYA akan diumumkan melalui halaman ini, Wall Facebook Internet Sehat dan Timeline Twitter Internet Sehat selama 3 (tiga) hari berturut-turut, setidaknya 3 (tiga) kali posting per hari. Pengumuman pemenang akan dilakukan terhitung paling lambat 2 (dua) hari sejak kompetisi berakhir.
  4. Perhatian: tidak akan dilakukan direct message / DM  ataupun email japri untuk pengumuman pemenang ini. Peserta harus memantau langsung situs, facebook atau twitter Internet Sehat untuk mengetahui pengumuman pemenenagnya. Jika tidak ada respon dari pemenang pada saatnya nanti hingga 2 (dua) hari setelah pengumuman terakhir disampaikan, maka hadiah akan dialihkan ke peserta lainnya.
  5. Selama kegiatan ini, tidak diadakan surat menyurat.  Keputusan pemenang nanti adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

Berikut kutipan yang aku ambil dari Internet Sehat. Kalo aku sih kemungkinan gak bakal ikutan coz Twitterku jarang update, tar malah dikira Zombie.haha..

info lengkap di:

http://ictwatch.com/internetsehat/follow-donate/twitter-ku-sehat-internet-ku-selamat-ipad-ku-dapat/

Visitor

  • 570 hits
free counters

Arsip

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya.

Numpang Iklan


Masukkan Code K1-F12F1A-B
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Reviewmu.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.